Minggu, 02 Desember 2012 | 08:46 WIB
Cairo – FPI: Ini adalah demo terbesar sepanjang sejarah Mesir. Rakyat Mesir turun ke jalan. Lebih dari 2 juta rakyat berunjuk
rasa mendukung Presiden Mursi dan penegakan hukum Islam yang rancangan
undang-undangnya, menurut jadwal, diterima Mursi setelah demo
berlangsung.
Sebelum rancangan undang-undang diterima Mursi, Sabtu, 1 Desember 2012 kemarin, rakyat
tumpah ruah. Berpusat di Cairo University, demonstrasi mendukung dekrit
presiden ini dimulai ba’da zuhur, diikuti 30 partai dan organisasi
pemuda, serta 18 serikat pekerja, kelompok Islam bersatu: IM, Salafi,
Jamaah Islam, dan lain-lain. CNN mengabarkan lebih dari 2 juta
orang memadati Kairo. Presenter televisi CBC, Khairi Ramadan yang
meliput demo (dulunya dia timses mantan capres Syafiq) mengakui ini
demonstrasi terbesar.
Melihat ramainya demonstran yang mendukung ‘Dekrit Mursi’ beberapa analis menyimpulkan, demo kaum Liberal penentang penentang
dekrit jauh sekali lebih kecil dibanding unjuk rasa yang mendukung. Tak
lebih dari 5% dari kalangan Liberal yang menolak dekrit. Hanya saja,
katanya, media-media sekuler dan kroni mantan Presiden Husni La Mubarak
yang membesar-besarkan, sehingga terkesan besar. “Liberalis gagal!” Begitu tulis seorang pengamat Barat di laman Facebook setelah menyaksikan demonstrasi pro-Mursi di Kairo.
Sebelum unjuk rasa dimulai, terlihat
aktivis Ikhwanul Muslimin di beberapa kota juga membagikan selebaran
dan menyerukan rakyat untuk turun ke jalan dan mendukung pengesahan
hukum Islam.Sebelumnya wartawan Al Jazeera Hoda Abdul-Hamid, juga
melaporkan dari Kairo, bahwa aksi kali ini akan sukses.Muhammad Ibrahim,
seorang pendukung Mursi, mengatakan sekularis dan liberalis di negara
Mesir akan merasakan kekalahan telak hari ini. Karena warga Mesir akan
mengatakan ‘Tidak ada minoritas konspirasi, tidak untuk ke arah
perusakan.
Ya
untuk stabilitas dan penegakkan syari’ah (hukum Islam).’Usai unjuk rasa
besar-besaran itu Mursi dijadwalkan menerima rancangan konstitusi pada
malam harinya. Dia kemudian akan menjadwalkan tanggal pemungutan suara
untuk mengesahkan rancangan konstitusi baru itu. Kemungkinan pemungutan suara akan berlangsung dua pekan lagi.
Bagaimana
kelanjutan revolusi Mesir? Apakah dalam frame Islam atau sebaliknya?
Tunggu saja dulu. “Masih terlalu dini untuk menyimpulkan bagaimana
sesungguhnya arah revolusi yang dimotori IM bersama rakyat Mesir itu,
lantaran ada ‘sesuatu’ yang sepertinya tidak diungkap, termasuk
tahapan-tahapan strategis-politis yang tengah dan akan dilakoni,” kata
sebuah sumber yang dekat dengan IM di Mesir.
Jadi,
sebaiknya tunggu saja. Jika revolusi itu berujung kepada Islam, pasti
didukung. Jika sebaliknya, silakan dunia Islam membalikkan punggung.
[slm/fpi]